Tampilkan postingan dengan label lilin semangat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lilin semangat. Tampilkan semua postingan

Menikmati Dieng di Akhir Pekan

Icus - Deta (penulis) - Lilin, di tepi Telaga Warna
Libur akhir pekan telah tiba dan kami pekan ini merencanakan ke Dieng, bertepatan dengan acara seni Simfoni Dieng. Masukan untuk teman-teman lain memiliki niat untuk ke Dieng pertama kali dan bahkan perlu ijin kantor beberapa hari sebelumnya. Saya sarankan untuk merencakan di bulan Agustus. Ternyata di bulan Agustus ada banyak acara di Dieng. Pada bulan Agustus 2014, kegiatan yang bisa dilakukan oleh para wisatawan antara lain : Minggu I, acara pemotongan rambut gimbal dan Simfoni Dieng; tgl 17 Agustus banyak pendaki gunung melakukan pendakian khusus ke Gunung Prau, Wonosobo di malam menjelang tanggal kemerdekan Indonesia, kegiatan-kegiatan di bulan Agustus diakhiri dengan perayaan seni akbar Dieng Culture Festival V dimeriahkan dengan pertunjukan jazz di alam terbuka Telaga Warna dan upacara pemotongan rambut gimbal di Candi Arjuna. 

Akhir Pekan lalu, tepatnya tgl 9-10 Agustus 2014, saya dan suami, serta 2 teman merencanakan menikmati pagelaran sendratari kolaborasi dengan orkerstra dan gamelan di acara Simfoni Dieng. Kami memesan tiket yang kebetulan bisa dibeli di Yogyakarta (tiket VIP Rp. 100.000), langkah kedua adalah mencari homestay, karena saya memperkirakan meskipun Dieng terkenal dengan kota seribu homestay, tapi karena ini merupakan pengalaman pertama, maka saya mempersiapkan dengan browsing tentang homestay-homestay pilihan wisatawan, mulai dari juara lomba I homestay dan pernah diinapi oleh artis ibukota : Homestay Asoka (telpon, dan sudah full booked), yup ganti Homestay Dieng Pass (telpon, dan sudah full booked), Resto dan Hotel Bu Jono juga full booked. Nah, ke Homestay Juara Harapan I Pengelolaan Homestay se-Jawa Tengah, Homestay Dahlia (ternyata masih ada kamar, saya pesan untuk dua kamar (Single Bed untuk dua orang per kamar Rp. 175.000) Oya, tarif homestsay berubah-ubah sesuai dengan situasi dan kondisi. Harga Reguler Rp. 150.000, harga Weekend Rp. 175.000, harga sewaktu event special misal Dieng Culture Festival, kamar di Homestay Dahlia sudah fullbooked dengan harga Rp. 300.000. Jadi jangan kaget, jika pas Anda browsing untuk harga homestay akan diperoleh nominal yang berbeda-beda. Pemilik Homestay Dahlia adalah pak Nuryadi dan bu Iin Pangestuti yang bertempat tinggal di lantai dua. Fasilitas homestay Dahlia : air panas (semua homestay di Dieng pasti menyediakan fasilitas air panas ini), teh dan kopi disediakan dan bebas membuat kapanpun juga, televisi dipusatkan di tengah ruangan homestay (sepengetahuan saya dari 10 orang yang menginap hari itu, tidak ada yang melihat TV, karena kami sudah diasyikan dengan mengunjungi berbagai tempat wisata di Dieng). Oya, fasilitas khusus yang secara tidak langsung diterima oleh wisatawan jika menginap di homestay Dahlia, adalah kita dihadapkan dengan area Candi Arjuna (salah satu situs dan candi yang terkenal di Dieng) kami menuju Candi Arjuna melewati jalan kecil di tengah sawah menuju candi. Hal unik dari homestay di Dieng adalah tidak ada satupun homestay yang memiliki pendingin ruangan / AC hehehehe karena suhu ruang di Dieng bahkan lebih dingin daripada AC. 

Oya, kita tidak dapat mengandalkan ketersediaan transportasi umum untuk mencapai tempat-tempat wisata daerah Dieng. Oleh karena itu, disarankan untuk menyewa motor atau membawa mobil pribadi. Kebetulan sekali, pemilik Homestay mempersilahkan kami untuk menyewa motor selama kami di Dieng. Tarif penyewaan motor Rp. 50.000 per hari/motor. Transportasi umum Yogyakarta-Wonosobo hanya bisa dilakukan dengan travel (tidak ada bus untuk rute tersebut). Selanjutnya untuk persiapan kami memilih transportasi travel untuk perjalanan Yogyakarta-Wonosobo dengan Shuttle Elf Sumber Alam (harga tiket Rp. 45.000) keberangkatan pada jam 14.00 dari Terminal Jombor, Yogyakarta, sekalian menitipkan motor di Terminal Jombor. Ternyata perjalanan Yogyakarta-Wonosobo via Salaman, Magelang sangat menantang karena jalanan yang berkelok-kelok didukung dengan suspense mobil yang tidak nyaman. Saya menahan rasa mual. Pilihan saya menggunakan travel karena kami berempat belum ada yang bisa mengendarai mobil ^_^. Apabila Anda atau teman tim bisa mengendarai penggunaan mobil pribadi akan menambah kenyamanan perjalanan Anda.

Agenda acara kita pertama adalah menghadiri acara Simfoni Dieng (9 Agt 2014) di Dieng Plateau Theatre.Perjalanan dari homestay ke Dieng Plateau Theatre (DPT) menggunakan motor sewaan selama 15 menit. Pagelaran ini memiliki konsep cerita tentang awal keberadaan Dieng yang dimeriahkan oleh ratusan penari dengan berbagai kostum, dengan iringan perangkat music orchestra dan gamelan. Area bagi penonton pertunjukan dibagi menjadi dua bagian, yaitu VIP dan festival. Acara ini juga dimeriahkan Yoda Idol (yang tidak hafal lirik dan membawa smartphone untuk membaca lirik (-_-). 
Sebenarnya pertunjukan tersebut mengundang banyak minat wisatawan, karena kebetulan baru kali ini pagelaran Simfoni Dieng diadakan terpisah dari penyelenggaraan Dieng Culture Festival. Akan tetapi, saya merasa bahwa konsep dari sisi koreografer (cerita, tarian, kostum, dan music) bisa lebih ditingkatkan untuk pertunjukan tahun depan. Keterbatasan area pertunjukan DPT membuat situasi panggung sempit. Selain itu, tiang tiang penyangga DPT menyulitkan para fotografer dalam memotret keseluruhan panggung. Apabila, tahun depan diadakan acara yang sama, diharapkan venue yang lebih memadai. Pada acara ini, panitia diharapkan memberikan batasan yang jelas, tidak cukup dengan pita, serta melakukan pengunjung sampai pada kursi pertunjukan yang menjadi hak mereka. Banyak pengunjung kelas Festival yang berada di kursi kelas VIP (sengaja atau tidak sengaja), sehingga banyak pengunjung kelas VIP tidak kebagian tempat duduk. Apabila di setiap area kelas terdapat panitia pengatur pertunjukkan maka kejadian tersebut dapat diminimalkan. 


Penari Simfoni Dieng 2014 - penggambaran gerak petani bahagia  
Ketangguhan dan Kemantapan langkah penari Simfoni Dieng 2014

Penari Simfoni Dieng 2014 dalam gerakan perang

Rencana kami keesokan harinya menikmati golden sunrise di Bukit Sikunir, Dusun Sembungan, Dieng. Berdasarkan informasi dari pak Nuryadi kami maksimal mulai berangkat dari homestay jam 04.00 supaya bisa mendapatkan moment terbit matahari di Bukit Sikunir (2400 m dpl) yang masih masuk daerah Dusun Sembungan (desa tertinggi di Jawa). Perjalanan dari homestay ke Bukit Sikunir kurang lebih 30 menit, karena udara yang sangat dingin dan jalan dari Kawah Sikidang ke Bukit Sikunir sangat rusak. Penggunaan motor matic dengan body diperpendek cukup menyulitkan kami melalui rute tersebut. Ketika mulai masuk daerah Bukit Sikunir kami membayar tiket masuk Rp. 5000/orang, selanjutnya perjalanan kurang lebih 5 menit kami ditarik karcis parkir motor Rp. 2000/motor. Persiapan yang perlu Anda lakukan sebelum mendaki Bukit Sikunir antara lain : pakaian hangat (jaket dan selendang leher), celana gunung (penggunaan celana jeans akan menyulitkan gerak dan membuat semakin dingin), penutup kepala, kaos tangan, sandal bergerigi atau sepatu kets. Meskipun dengan sandal wedges pun saya yakin Anda bisa mendaki, karena saat itu saya melihat ada beberapa perempuan menggunakan wedges saat mendaki (tapi saya tidak bisa membayangkan sakitnya kaki menggunakan wedges saat mendaki, hehehehe). 

Perjalanan dari kaki sampai ke puncak Bukit kurang lebih 30 menit (perjalanan santai, diselingi istirahat di beberapa titik, maklum tidak pernah mendaki bukit atau gunung sebelumnya, hehehe). Mungkin Anda berpikir, hanya anak-anak muda yang merencakan agenda ini. Ternyata ada orang tua dengan anaknya, bahkan kakek dengan anak dan cucunya mendaki bersama. Kami bertemu di puncak dengan para bapak, ibu dan kakek. Jadi, jika Anda masih muda, cobalah untuk menikmati matahari terbit di atas Bukit Sikunir, cahaya merah oranya, semburat mengawali sebelum bulatan matahari muncul sedikit demi sedikit di batas cahaya, dengan latar belakang gunung gemunung dan bukit-bukit, serta hamparan awan putih. Anda masuk dalam bingkai alam, mengawali hari.


menikmati munculnya matahari dari Bukit Sikunir
Matahari pagi bersanding dengan putih awan dan gunung Sindoro
- golden sunrise, 10 Agt 2014, Bukit Sikunir -
Penting untuk diperhatikan, karena pengunjung Bukit Sikunir di akhir pekan sangat banyak, sangat bijak apabila Anda menikmati terbit matahari tanpa merokok, keterbatasan udara di atas bukit ketinggian 2400an meter dpl tersebut akan membuat para pengunjung akan merasa sangat terganggu karena oksigen yang seharusnya mereka hirup di udara yang sejuk itu, dikotori oleh karbondioksida dan gas beracun dari asap rokok Anda. Bagi saya, omong kosong Anda mensyukuri alam dengan mendaki di atas bukit atau gunung, apabila Anda tidak memperhatikan kebutuhan sesama untuk mendapatkan udara bersih dan sehat. Setelah menikmati keindahan matahari terbit selama 1 jam, kami turun kembali ke kaki bukit dan disambut dengan pertunjukkan musik tradisional di dekat telaga. Sembari menunggu kedua teman kami, maka saya memesan teh hangat di warung serta makan kentang balado. Beberapa wisatawan lain menikmati pop mie hangat. 

Perjalanan obyek wisata berikutnya adalah Telaga Warna, karena obyek tersebut kami lewati sepulang dari bukit Sikunir. Telaga warna memiliki landskap danau yang indah, hanya saja keindahannya agak terganggu oleh sampah dan air yang berbau. Sehingga saya merasa kurang nyaman berada di tepi danau, kecuali untuk berpose saja. 

Ternyata udara dingin, membuat kami mudah kelaparan, hehehehe. Perjalanan pulang pun diselingi dengan makan pagi. Sebenarnya kami ingin makan pagi di Resto Bu Jono yang lumayan terkenal oleh para backpacker dan pernah masuk liputan televisi, tapi ternyata jam 07.00 resto bu Jono masih tutup. Akhirnya, kami ke Rumah Makan Bu Mien, di belakang resto bu Jono. Menu yang disediakan lengkap dari nasi rames, lauk dan sayur baru saja selesai dimasak, serta mie dan nasi goreng. Harga mie dan nasi goreng dalam kisaran Rp. 12.000 – Rp. 17.000. Kami kembali ke homestay jam 09.30, selanjutnya mandi dan packing. Agenda selanjutnya mengunjungi kompleks Candi Arjuna. Kami berjalan melewati pematang sawah di depan homestay menuju Candi Arjuna. Sebenarnya, rute ini bukan rute resmi, kami mengetahui dari obrolan dengan bapak-bapak di depan homestay “lewat, mrika kemawon mbak, nyebrang sawah. Mlebet candi gratis. Manawi lewat gerbang, mangke mbayar mbak” oke deh, kami manut pak ^_^ 

Candi Arjuna terdiri dari sebuah candi utuh, dan beberapa situs candi yang belum lengkap. Secara keseluruhan sebenarnya landskap Candi Arjuna sangat menarik, karena latar belakang bukit-bukit. Serta area candi yang luas. Candi Arjuna merupakan salah satu ikon wisata Dieng, nampak dari perhelatan utama untuk tradisi pemotongan rambut gimbal di Dieng Culture Festival mengambil venue tempat tersebut.
Jasa foto bersama (Rp. 5000/foto) dengan makhluk mitologi Jawa (butho), Anoman, dan teletubies memeriahkan suasana sekitar candi. Interaksi dengan petani di sekitar candi juga sangat mengasyikan, banyak cerita tentang perjuangan mereka bercocok tanam wortel yang terkadang gagal karena hujan es. 

Butho dan Anoman di Candi Arjuna

Butho dalam balutan topeng, setia menunggu pelanggan

Keluarga Pak Sunyoto, salah satu dari
ekian petani wortel di sekitar Candi Arjuna

senyum pak Sunyoto untuk memulai menggarap
lahan wortel yang telah gagal bulan lalu

Navis (5 tahun), cucu pak Sunyoto, salah satu cah Gimbal
ujarnya "jika kelak dipotong, dia hanya ingin dua buah es"

Setelah puas menikmati candi Arjuna, kami segera merencanakan untuk segera pulang ke Yogyakarta. Perjalanan diawali dengan menunggu bus umum di pertigaan Dieng (depan Indomaret) dengan biaya Rp. 12.500 kami menuju Wonosobo kurang lebih 1 jam. Tujuan kami adalah Agen bus Sumber Alam, untuk sarana transportasi kembali ke Yogyakarta. Kami sengaja tidak memesan tiket Sumber Alam terlebih dahulu karena kami belum bisa memprediksi waktu selesai pendakian Bukit dan mengeksplorasi Candi Arjuna, serta lama perjalanan bus kota. Risiko yang terjadi dan sudah menjadi perhitungan adalah kami tidak memperoleh tiket travel ke Yogyakarta. Syukurlah, saya meminta nomor telpon sopir sewaktu kami menggunakan taksi dari Wonosobo ke Dieng. Sehingga, kami mencoba menghubungi sopir tersebut dan meminta informasi tentang ketersediaan taksi ke Yogyakarta. Akhirnya, kami memperoleh taksi kembali ke Yogyakarta dengan tarif Rp. 450.000 (nego). 

Oya, kami pun minta tolong mas Dwi (sopir taksi) untuk mengantarkan kami ke toko oleh-oleh, karena kami berniat membeli carica dan keripik jamur. Toko oleh-oleh menyediakan banyak merk carica dari harga Rp. 25.000 – 65.000 per dus. Rasa carica merk satu dengan yang lain hampir sama, dan harga keripik jamur tiram Rp. 14.000, jamur kuping Rp. 20.000. Perjalanan Wonosobo-Yogyakarta via taksi berlangsung selama 3 jam, tentunya dengan tempat duduk yang lebih lega dan nyaman. 

Resume transportasi, akomodasi, dan logistik liburan Yogyakarta-Dieng 2 hari 1 malam, yaitu :
  1. Transportasi Yogyakarta – Wonosobo dengan travel Sumber Alam Rp. 45.000 
  2. Transportasi Wonosobo – Dieng menggunakan DNA Taksi Wonosobo Rp. 120.000 (argometer)
  3. Homestay Dahlian Rp. 175.000/malam
  4. Sewa motor Rp. 50.000/motor (tidak termasuk bensin)
  5. Makan pagi di Rm. Bu Mien Rp. 15.000 (mie goreng jamur)
  6. Transportasi Dieng – Wonosobo dengan bus kota Rp. 12.500/orang
  7. Transportasi Wonosobo – Yogyakarta dengan DNA Taksi Wonosobo Rp. 450.000
Selamat menikmati keindahan Nusantara, keindahan Jawa Tengah, keindahan Dieng ^_^
Salam santai.....



Bookmark and Share

Kisah Ziarah di Pertapaan Bunda Pemersatu Gedono

“Gedono” tempat itu seakan-akan ada di kepalaku beberapa hari itu. Keinginanku menuju Gedono sebenarnya diawali dengan melihat foto timeline facebook temanku tentang arsitektur yang cantik di sana dan kata temanku kefir yang nikmat. Kefir adalah salah satu jenis minuman probiotik yang diolah oleh suster-suster Gedono dengan bahan alami. Nah, aku menganggap jika Gedono layak masuk daftar tempat wisata kuliner dan ditambah-tambahi dengan wisata rohani. Jadi sebenarnya porsi rohani lebih sedikit daripada wisatanya, hehehehe ^_^ 

Akan tetapi anggapan itu berubah setelah suamiku membelikanku buku dari tokoh favorit inspiratif Romo Mangun dengan judul Wastu Citra. Keinginanku memiliki buku itu karena aku mencoba memahami sosok Romo Mangun sebagai seorang arsitek bukan sebagai biarawan. Tetapi ternyata image beliau tidak bisa lepas dari perenungan yang mendalam dalam merancang sebuah bangunan. Nah, salah satunya adalah kupasan beliau tentang pembangunan Gedono, pas sekali dengan rasa penasaranku, selanjutnya aku merasa bahwa aku perlu mengunjungi tempat ini untuk memuaskan keinginanku dalam meraba dan menapaki segala bentuk hasil perenungan Romo Mangun dalam pembangunan Gedono sekaligus memberikan waktu dalam keheningan. 

Langkah berikutnya adalah pencarian informasi bagaimana cara ke sana tentu saja melalui googling :)
  1. Perjalanan Yogyakarta-Gedono (salatiga) bisa dilakukan dengan beberapa cara melalui agen perjalanan rohani atau mandiri. Rencana kami menggunakan agen perjalanan rohani dengan alasan kami berangkat sabtu jam 16.00 sore dan kemungkinan sampai Gedono malam hari. Berdasarkan informasi yang akau peroleh letak Gedono di dataran tinggi jauh dari akses transportasi, selain itu kami juga belum pernah ke Gedono. Dan kebetulan bulan November adalah musim hujan jadi meminimalkan ribetnya perjalanan dan efisiensi waktu maka kami putuskan menggunakan agen perjalanan wisata rohani dari Yogya salah satunya adalah Ventera Tour link : http://venteratour.weebly.com/ Biaya perjalanan kami (aku dan suami) adalah Rp, 350.000,00 sudah termasuk sopir dan bahan bakar. Jika dibandingan dengan perjalanan menggunakan bus, tentu harga jauh berbeda. Akan tetapi, sebagai cara efisiensi waktu dan tenaga pilihan agen perjalanan bisa dipertimbangkan.
  2. Tiba pada hari H, sopir menjemput kami di rumah dengan mobil Toyota Avansa tepat pada pukul 16.00 dan ternyata memang agen Ventera Tour biasa melayani perjalanan ke Gedono, sehingga kami mendapatkan rute yang lebih singkat melalui Jatinom, Klaten. Jalur yang kami lalui di awal perjalanan nampak baik, akan tetapi memasuki wilayah Jatinom, jalanan mulai rusak dan sebagian besar bisa dianggap rusak parah karena jalan tersebut merupakan akses utama bagi truk pengangkut pasir. Tanpa terasa perjalanan sampai di jalan masuk menuju Gedono (merupakan perbatasan Salatiga – Semarang) dan tiba di Gedono pada pukul 18.45 Kebetulan pintu ruang makan belum ditutup (diberitahukan sebelumnya jika Ruang Makan Pertapaan Gedono tutup pada pukul 19.00, sehingga sebelumnya kami disarankan untuk makan malam dahulu jaga-jaga jika pintu Ruang Makan tutup ^_^ 
  3. Langsung setelah makan malam , kami diminta untuk ikut doa malam pada pukul 19.00 di Kapel dan selanjutnya diantar ke kamar penginapan. 
  4. Kebetulan kami memesan kamar untuk menginap di pertapaan (2 minggu sebelumnya) dengan tujuan untuk mendapatkan keheningan dari rutinitas dan belajar hening bersama dengan suster-suster. Sehingga kami memang sudah memiliki niat untuk mengikuti segala ibadat doa yang dilakukan. Suster-suster di Pertapaan Gedono melakukan ibadat doa tujuh kali dalam sehari dimulai dari doa singkat hingga doa dengan waktu hening. Menurutku doa yang paling berat adalah doa saat “berjaga-jaga” yang dilakukan pada jam 03.15 – 05.00 karena pada jam-jam tersebut merupakan jam yang biasa untuk tidur dan dingin udara di sekitar Pertapaan. Kesanku setelah mengikuti dua ibadat jam 19.00 dan 03.15 adalah keheningan dan tempo lambat mendukung dalam perhatian dan fokus dalam doa. 
  5. Pagi hari kami makan pagi bersama dengan rekan-rekan lain di Ruang Makan, tentunya dengan masakan para suster dan sayuran organic segar. Karena hari itu, hari Minggu acara dilanjutkan dengan doa pagi dan ibadat misa. 
  6. Setelah misa, kami menuju ke Toko Pertapaan Gedono yang ternyata telah banyak dikunjungi umat. Produk makanan minuman hasil racikan suster-suster laris manis, antara lain roti khas Gedono (dari remukan hosti), selai strawberi, selai jambu, roti kering, dan tidak ketinggalan kefir. Sebenarnya ada roti basah, akan tetapi ternyata roti basah sudah laris dibawa untuk diedarkan di sekitar Gua Maria Ambarawa. 
  7. Setelah usai berbelanja (oleh-oleh masuk dalam daftar) kami bersiap untuk pulang kembali ke Yogyakarta, tentu saja dengan transportasi umum. Karena kami tidak terpancang untuk waktu harus sampai di Yogya, jadi kami lalui agenda perjalanan pulang dengan santai. Kemungkinan juga karena efek dari keheningan dalam sehari di Pertapaan Gedono, hehehehe 
  8. Karena jalan dari Pertapaan Gedono ke Terminal Tingkir merupakan area masuk pedesaan maka tidak ada kendaraan yang tersedia langsung, sehingga kami meminta nomor kontak tukang ojek ke Suster Thres. Biaya ojek Pertapaan Gedono – Terminal Tingkir Rp. 15.000,00 dan kami langsung naik bus ke Solo Rp. 10.000,- ; selanjutnya naik bus Solo-Yogya Rp. 10.000,-  
 Ibadat Malam di Kapel Bunda Pemersatu Gedono
Selasar Gedono di malam hari
 
Bunda Maria Kapel Bunda Pemersatu Gedono

Tempat Tidur di Penginapan Tamu Pertapaan Gedono

 
Jadwal Acara Ibadat Harian di Pertapaan Bunda Pemersatu Gedono
Ruang Makan di Pertapaan Gedono

Aku menyiapkan makan pagi :-)

Roti dengan butir coklat dan selai strawbery asli Gedono

Minuman Khas Pertapaan Gedono "Kefir Gedono"

Roti kering khas dari Pertapaan Gedono

Selai strawbery khas Gedono tanpa bahan pengawet

Kesibukan suster trapist melayani pembeli di toko

Pertapaan Gedono sangat direkomendasikan bagi yang mengharapkan suasana hening dalam doa. Bagi yang mengharapkan intropeksi atau merindukan keheningan dalam doa dan masmur. Pertapaan Gedono juga direkomendasikan bagi penikmat bangunan arsitektur berkarakter. Semoga dengan posting ini kalian juga tertular untuk datang di Pertapaan Gedono ^_^ 

Oya, saya sertakan juga beberapa nomor kontak yang mungkin bisa membantu kamu dalam merencanakan perencanaan ke Pertapaan Gedono. 

  • Agen Tour Ziarah Yogyakarta (Ventera) = 0817467518 
  • Suster Thres Pertapaan Gedono = 0811278299 
  • Pertapaan Gedono = 0298 7100615 (Bagi yang berminat menginap di Pertapaan Gedono diharapkan menghubungi minimal 2 minggu sebelumnya dan diharapkan menghubungi suster selain jam doa)
  • Ojek Pertapaan Gedono – Terminal Tingkir (pak Sutari) = 081904860591 
 
Aku dengan latar belakang eksterior bangunan Pertapaan Gedono




salam ziarah


 
Bookmark and Share

Jazz Gunung 2012 Wuahhhh :)


Bercerita tentang jazz, salah satu mimpiku melihat langsung pertunjukkan jazz gunung, melihat gunung, menikmati jazz. Dan baru saja tadi membuka berita di nationalgeographic.co.id, ternyata di bulan Juli 2012 akan ada pertunjukkan Jazz Gunung IV, dan di bulan Juli kampusku ada ujian akhir program bagi mahasiswa tingkat akhir. PAS :). Ya, pas Ujian Akhir, pas juga ada Jazz Gunung di Tengger. Bagi yang belum pernah mendengar atau penasaran dengan event tersebut, aku selain berita di situs NGI 


 Jazz Gunung 2012 dihelat selama dua hari, pada 6-7 Juli 2012 mendatang di lokasi Taman Nasional Bromo, Tengger, dan Semeru, Jawa Timur, dengan melibatkan sejumlah musisi jazz terbaik Indonesia.
Apresiasi terhadap seni budaya daerah diwujudkan pula dalam penyelenggaraan Jazz Gunung 2012 dengan menampilkan kesenian tradisi Jathilan-Reog untuk membuka acara. Hal ini dikatakan oleh penggagas event Jazz Gunung, Sigit Pramono, di Jakarta (12/6).

Sigit menjelaskan bahwa di tahun 2012 untuk pertama kalinya Jazz Gunung akan digelar di dalam dua hari pertunjukan. Acara yang mengembangkan tajuk "Cool Jazz, Fresh Air" ini memang dikenal memiliki konsep unik dalam perhelatan jazz di Indonesia, yaitu diadakan di pegunungan yang berada di ketinggian 2.000 meter dari atas permukaan laut.

Alam Pegunungan Tengger dengan segenap warga dan tradisi di sekitarnya menjadi semangat utama yang menaungi pemusik dan pengunjung. "Angin, udara sejuk, hawa segar, aroma rumput, embun, awan, langit, satwa, dan tentu saja Gunung Bromo, menjadi bagian tak terpisah dari presentasi seniman. Mereka menjadi bagian dari musik itu sendiri. Alam menjadi orkestrasi indah. Ini merupakan totalitas jazz dan alam. Jazz Gunung adalah jazz yang meruang, bukan jazz yang terkurung dalam sekat fisik atau berupa gedung megah," imbuh Sigit. Selain bertujuan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni budaya budaya musik jazz, Jazz Gunung kini membawa misi utama untuk meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata di daerah Taman Nasional Bromo, Tengger, dan Semeru.

"Penyelenggaraan Jazz Gunung juga dirancang sebagai upaya untuk memberi alternatif menarik minat masyarakat berkunjung ke Bromo, yang selama ini dikenal sebagai tempat untuk menikmati panorama matahari terbit terindah di dunia," tutur Sigit.
Musisi-musisi jazz mulai dari Tompi, Glenn Fredly, Ring Fire Project berkolaborasi dengan Djaduk Ferianto, Dewa Budjana dan Slamet Gundono, Iga Mawarni, ayah-anak Benny dan Barry Likumahua, Kelompok Seni Damarwangi Banyuwangi, Gondo Jazz Trio Surabaya, hingga Muchi Choir Yogyakarta, siap menyuguhkan jazz bernuansa gunung. Tampilnya para musisi jazz terbaik ini diharap dapat meningkatkan jumlah pengunjung Jazz Gunung 2012.
oleh : Gloria Samantha (nationalgeographic.co.id)

Tips for Better Life


My friend sent an email about tips for Better Life and I wanna share the tips for you.

1. Take a 10-30 minutes walk every day and while you walk, smile. It is the ultimate anti-depresant.
2. Sit in silence for at least 10 minutes each day.
3. When you wake up in the morning complete the following statement, “My purpose is to … today.”
4. Live with the 3’E’s “Energy, Enthusiasm, and Empathy”
5. Play more games and read more books than you did in last year.
6. Make time to practice meditation and prayer. They provide us with daily fuel for our busy live.
7. Spend time with people over the age of 70 and under the age of 6.
8. Dream more while you awake.
9. Eat more foods that grow on trees and plants and eat less food that is manufactured in plants.
10. Drink green tea and plenty of water.
11. Try to make at least three people smile each day.
12. Don’t waste your precious energy on gossip or issue of the past, negative thoughts or things you can not control. Instead invest your energy in positive present moment.
13. Realize that life is a school and you are here to learn. Problems are simply part of curriculum that appear and fade away like algebra class but the lessons you learn will last a lifetime.
14. Eat breakfast like a king, lunch like a prince and dinner like a college kid.
15. Smile and laugh more. It will keep the negative blues away.
16. Life is too short to waste time hating anyone.
17. Don’t take yourself so seriously.
18. You don’t have to win every argument. Agree to disagree.
19. Make peace with your past so it will not spoil the present.
20. Don’t compare your life to other. You have no idea what their journey is all about.
21. No one is in charge of your happiness except you.
22. Frame every so-called disaster with these words: “In five years, will this matter?”
23. Forgive everyone for everything.
24. What other people think of you is none of your business.
25. Remember God heals everything.
26. However good or bad situation is, it will change.
27. The best is yet to come.
28. Do the right thing!
29. Call your family often.
30. Each night before you go to bed, complete the following statements: I am thankful for …. Today, I accomplished …
Share this with everyone you care about.

Salam,

Bookmark and Share

Film "Mongol"


... Konon Kaisar Mongol Genghis Khan punya pasukan elite pemburu sekaligus pawang rajawali. Cucunya, Kubilai Khan, sering mengadakan ekspedisi raksasa perburuan bersama ribuan rajawali pilihan. Seiring dengan meluasnya kekuasaan imperium Mongol, tradisi ini menyebar hingga ke Eropa dan Arab. Kini kepemilikan rajawali dan elang beralih ke para syekh Arab yang bergelimang harta... (Burkutchu - Si Pemburu Elang)

Aku jadi inget film "Mongol" yang kulihat seminggu yang lalu. Tentang Genghis Khan. Kaisar yang lebih dikenal dengan kekejiannya, ditinjau dari sudut pandang yang berbeda. Ada review tentang Kaisar Genghis Khan yang menarik dari Yohanes Carlos

Film Mongol garapannya Sutradara asal Rusia, Sergei Bodrov merupakan salah satu Film kolosal yang berkualitas, dan diterima oleh masyarakat. Buktinya Film ini masuk dalam nominasi Academy Award atau Oscar. Dan yang lebih membanggakan lagi, setelah selesai menggarap Film ini, sang sutradara, Sergei Bodrov menerima undangan dari Presiden Mongol atas keberhasilannya menggarap Film tersebut.

Undangan yang diterima oleh Sergei Bodrov dari Preisden Mongol, merupakan suatu bukti bahwa Ia telah berhasil mengangkat kembali kisah tentang Genghis Khan. Ribuan tahun yang lalu, Genghis Khan dikenal sebagai pemimpin bangsa Mongol yang sangat keji dan tak segan untuk membunuh. Selain itu Genghis Khan, yang nama kecilnya Temudgin, merupakan pemimpin yang terkenal sepanjang sejarah, karena berhasil memperluas kekuasaan Mongol, ke hampir seluruh muka Bumi.

Jika dalam sejarah, Temudgin atau yang lebih dikenal dengan Genghis Khan merupakan sosok yang kejam dan suka menebar ancaman, maka dalam konsep pembuatan Film ini, Sergei Bodrov mencoba mengambil sisi-sisi baik dari Genghis Khan serta sifat kepemimpinannya yang luar biasa. Film ini diawali dengan Temudgin, panggilan kecil dari Genghis Khan berusia 9 tahun, dimana ia bersama ayahnya akan pergi ke Klan ( kelompok ) Merkits untuk mencari calon istrinya. Namun, Temudgin lebih memilih calon istrinya dari Klan lain, dari pada di Klan Merkits. Dalam perjalanan pulang, ayahnya Temudgin mati diracuni, semua rakyat dan orang kepercayaan ayahnya pergi meninggalkan mereka dan membawa semua barang – barang serta ternaknya, Ia pun ditahan dan diancam akan dibunuh oleh Targutai, bekas orang kepercayaan ayahnya. Dalam masa tahanannya, Ia berhasil

melarikan diri dan pergi mencari Borte, calon istrinya. Setelah bertemu, mereka pun menikah, tetapi kebahagiaan mereka tidak bertahan lama karena istrinya diculik oleh orang – orang dari Klan Merkits. Untuk membebaskan istrinya, Temudgin meminta bantuan dari kakaknya, Jamukha. Temudgin bersama kakak serta pasukannya berhasil membebaskan istrinya. Dari sini sifat baik serta pola kepemimpinannya mulai ditunjukan. Setelah selesai bertempur melawan Klan Merkits, beberapa prajurit yang merupakan prajurut dari Jamukha ( kakaknya Temudgin ) mulai berpindah dan ingin mengabdi kepada Temudgin, Ia dianggap lebih bijaksana dan lebih adil dalam membagi harta benda kepada prajurit, dari pada kakaknya, Jamukha.

Mengetahui bahwa beberapa prajuritnya pergi bersama Temudgin, Jamukha marah. Ia ( Jamukha ) bersama Targutai bersatu dan berencana untuk membunuh Temudgin dan semua pengikut Temudgin. Mereka ( Jamukha dan Targutai ) menghadang perjalan Temudgin, dan terjadilah pertempuran. Temudgin beserta beberapa prajuritnya berhasil ditangkap oleh Jamukha, namun istri dan anak – anak mereka berhasil diselamatkan. Keselamatan istri dan anak – anak mereka ( Temudgin dan prajuritnya ), sekali lagi menunjukan sifat bijaksana yang diambil oleh Temudgin atau yang lebih dikenal dengan Genghis Khan selaku seorang Pemimpin.

Setelah Temudgin dan prajuritnya di tangkap, mereka akhirnya dijual sebagai budak di kota perbatasan Tangut. Temudgin dibeli sebagai budak dan dikurung dalam sebuah ruangan selama bertahun – tahun. Selama dalam tahanan, Temudgin berusaha untuk mencari tahu keberadaan isterinya. Ia akhirnya meminta pertolongan dari seorang biksu untuk mencari isterinya dengan sebuah persyaratan, yaitu apabila suatu saat Ia ( Genghis khan ) menghancurkan daerah Tangut, Ia tidak boleh menghancurkan kuil. Setelah isterinya Temudgin, mengetahui bahwa suaminya masih hidup, Ia akhirnya memutuskan untuk pergi

menyelamatkan suaminya. Setelah bebas, Temudgin berusaha menyatukan kembali bangsa Mongol dan menyusun kekuatan untuk melawan Jamukha. Ia ( Temudgin ) bersama prajuritnya berhasil menaklukan Jamukha serta pasukannya. Setelah menguasai semua wilayah, lagi – lagi sifat baik dari Temudgin atau Genghis Khan di tunjukan, Ia mengampuni semua rakyat yang dulu pernah berpaling darinya, Ia juga mengampuni Jamukha serta menempati janjinya untuk tidak membakar Kuil.

Akhir dari Film ini, Temudgin atau Genghis Khan berpesan kepada prajuritnya untuk tidak melanggar aturan, yang salah – satunya berbunyi , Jangan pernah menghianati pemimpinmu.

Selain konsep pembuatan Film yang bagus, proses pembuatan Film ini pun sangat detail dan menghabiskan waktu yang sangat panjang. Untuk mencari figure seorang Genghis Khan, Sergei Bodrov harus mengelilingi negara – Negara seperti, Mongolia, Kazakstan, Kyrgistan, Jepang, Cina, Korea, Amerika dan di wilayah Rusia, untuk mencari orang yang pantas memerankan tokoh Temudgin atau Genghis Khan. Akhirnya, Asano seorang actor kewarganegaraan Jepang, terpilih sebagai pemeran tokoh Genghis Khan, sedangkan Borte isterinya diperankan oleh seorang pelajar dari Mongolia.

Dalam proses pengkastingan para figure – figure ini, Sergei Bodrov dibantu oleh seorang sutradara kasting yang hebat yaitu, Guka Omarav. Selain Guka, Sergei juga melibatkan dua orang editor yang inovatif dan berbakat yaitu, pemenang Academy Award , Zach Staenberg, dan pemenang BAFTA award, Valdis Oskardottier.

Untuk mengabadikan pola hidup nomaden dari suku Mongol yang hidup di abad ke – 12, melintasi daratan dengan berkuda, dan berpindah – pindah berdasarkan musim, maka Sergei Bodrov mengundang lusinan Stuntmen dari Kazakstan dan Kyrgistan untuk melatih para actor, sehingga bisa berperan dengan maksimal dalam Film garapannya itu.

untuk lokasi syutingnya, Sergei Bodrov memilih daerah – daerah seperti, wilayah – wilayah terpecil Cina, Mongolia dan Kazakstan. Wilayah – wilayah tersebut, merupakan bagian dari kekaisaran Mongolia, meliputi jejak –jejak kosong, dan hutan lebat yang merupakan kampung halaman Temudgin. Untuk musik ilustrasinya, Sergi Bodrov meminta seorang composer dari Finlandia yaitu Tuomas Kantelinen untuk menciptakannya.

Dengan konsep, actor, serta lokasi yang sesuai, film ini benar – benar bernilai dan sangat berkualitas. Banyak nilai – nilai keindahan atau estetika yang diperlihatkan, contohnya lokasi syutingnya merupakan –wilayah dari kekaisaran Mongolia yang sebenarnya, dengan latar seperti itu, kita seakan – akan membawa kita kembali ke massa kejayaan bangsa Mongol. Selain itu pola hidup nomaden bangsa Mongol, mereka selalu berpindah – pindah dan membawa ternak miliknya.

-------------------------

Film Mongol memang layak mendapatkan penghargaan. Epik sejarah dunia menawan.

Salam,



Bookmark and Share

Hujan - Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono (SDD), seorang pujangga dengan kata-kata sederhana. Pertama kali mengenalnya saat mendengar lagu "Aku Ingin" dalam sebuah liturgi penerimaan Sakramen Pernikahan 8 tahun yang lalu. Beberapa bulan yang lalu, saya telah mendapatkan musikalisasi puisi, manuskrip "Hujan Bulan Juni", dari manuskrip tersebut, saya pikir SDD menyukai hujan.
Sajak tentang hujan dari SDD yang ingin saya bagi kali ini,

HUJAN TURUN SEPANJANG JALAN

hujan turun sepanjang jalan
hujan rinai waktu musim berdesik-desik pelan
kembali bernama sunyi
kita pandang: pohon-pohon di luar basah kembali

tak ada yang menolaknya, kita pun mengerti, tiba-tiba
atas pesan yang rahasia
takkala angina basah tak ada bermuat debu
takkala tak ada yang merasa diburu-buru
(Sapardi Djoko Damono, 1967)


Salam,

Bookmark and Share

Hari Buruh per 1 Mei


Berbicara tentang hari Buruh, yang ada di benak kita pasti tentang long march ke pusat kota, demonstrasi juga di pusat kota, spanduk-spanduk yang menyuarakan keinginan para buruh : tentang pengurangan jam kerja, hari cuti, kenaikan gaji, dll.
Kapankah ada masanya buruh tidak demo ?
apakah itu akan ada waktunya?

Sekedar membagi informasi tentang penyuaraan para buruh pertama kali di dunia (www.wikipedia.org)

Hari Buruh yang diperingati per 1 Mei, dikenal dengan May Day. Gerakan May Day lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.

Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi di tahun 1806 oleh pekerja Cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.

Ada dua orang yang dianggap telah menyumbangkan gagasan untuk menghormati para pekerja, Peter McGuire dan Matthew Maguire, seorang pekerja mesin dari Paterson, New Jersey. Pada tahun 1872, McGuire dan 100.000 pekerja melakukan aksi mogok untuk menuntut mengurangan jam kerja. McGuire lalu melanjutkan dengan berbicara dengan para pekerja and para pengangguran, melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur. McGuire menjadi terkenal dengan sebutan "pengganggu ketenangan masyarakat".

Penetapan peraturan yang mendukung para buruh tersebut ternyata saat itu hanya baru diberlakukan di Kanada, sehingga menuai keinginan buruh di negara-negara yang lain.
di Indonesia sendiri hari buruh dimulai pada 1 Mei 1920, akan tetapi pada pemerintahan Orde Baru tersebut, gerakan buruh dihubungkan dengan gerakan komunis, maka gerakan per 1 Mei, sangat ditabukan.

Sekedar informasi, mayoritas negara di dunia menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Labour Day dan menjadikannya sebagai hari libur nasional.
Di Indonesia, hari buruh, marak dengan longmarch dan hadangan aparat kepolisian.

Bookmark and Share

Pandangan Positif

Terkadang kita merasa bingung dalam mengambil sikap terhadap orang-orang yang kita "pandang" negatif dan terlebih jika mereka berada di lingkungan kita, dimana lingkungan tersebut tidak bisa begitu saja kita tinggalkan. Sebenarnya hal tersebut hanya "pandangan" atau "gambaran" yang kita ciptakan. Baik buruk. Positif negatif. Hitam putih. Tergantung pada kita. Saat berpandangan seseorang tersebut negatif, maka kita telah masuk ke dalam medan magnet negatif yang kita ciptakan. Semakin kita beranggapan negatif, semakin kuat keterlekatan kita dengan medan negatif tersebut. Apa akibatnya ? Suasana semakin bertambah negatif. Bukankah lebih baik kita menciptakan medan positif sehingga, mampu mengubah keadaan.

Saya ingat pada suatu kegiatan, peran saya sebagai ketua panitia (saya pikir) telah dilakukan sebaiknya, dengan mengadakan briefing sehari sebelum acara dimulai, persetujuan runtutan acara telah disetujui oleh semua rekan. Singkat cerita, acar dimulai, dimana sesuai kesepakatan akan dibuka oleh Direktur kami, tapi, olalala :D susunan acara yang dibacakan oleh rekan saya (yang baik hati ^_^) adalah pembukaan oleh ketua panitia. Saya, selaku ketua panitia, merasa kaget (respon saya dalam hal ini sangat unik, yaitu tersenyum). Ya, dalam kejadian singkat ini, saya bisa memunculkan pandangan negatif maupun positif terhadap rekan saya :
Positif : Oke, saya merasa di'lebih'kan daripada Direktur saya, hmmmm, kapan lagi ??
Membuka acara yang cukup besar, dijepret sana sini, wihiiiiyyyy :) Apapun yang saya katakan, pasti jadi perhatian, lha saya yang pertama berbicara :D.
Atau mungin pandangan negatif (dan saya bersyukur, tidak memikirkannya, jika saja teman saya tidak mencoba menggambarkan pandangannya akan kejadian tersebut). Dalam kejadian ini, bisa saja saya marah. Wah, kok begitu saja, menyimpang dari kesepakatan bersama, seenaknya saja. Ingin mempermalukanmu, ya Det ? ujar teman saya.

Saya bersyukur, respon saya pertama, adalah tersenyum. Sehingga pandangan saya tetap berpositif ria dan tetap tenang dalam membuka acara (caile :)....)

Berpikir positif, adalah seni. Dia unik. Dia berjiwa.
Berpikir positiflah, maka kau pun akan tertegun dengan apa yang akan terjadi.

Semoga semua makhluk berbahagia.
Tuhan memberkati
-saat hujan tanpa henti mengguyur Kota Solo-

-sunrise-

Sunrise, sunrise
Looks like mornin' in your eyes
But the clocks held 9:15 for hours
Sunrise, sunrise
Couldn't tempt us if it tried
'Cause the afternoon's already come and gone

And I said hoo...
To you

Surprise, surprise
Couldn't find it in your eyes
But I'm sure it's written all over my face
Surprise, surprise
Never something I could hide
When I see we made it through another day

And I said hoo...
To you

Now good night
Throw its cover down
On me again
Ooh and if I'm right
It's the only way
To bring me back

Hoo...
To you
Hoo...

Lirik ‘sunrise’ dari Norah Jones. Jazz. Kata yang sering disebut orang, saat mendengar namanya. Pernah suatu ketika kuputar lagu ini di kantor, temanku merasa kesal, komentarnya ’lagu meliuk-liuk gitu, buat pusing aja’ Aku tersenyum saja. Pengertian kata jazz yang muncul pada tahun 1920-an; kata jazz, menjabarkan bentuk suatu sikap. Anda tidak usah tahu musiknya, untuk memahami rasanya. Bagi diriku pribadi, jazz, bentuk kerangka lagu dengan instrumen yang bermain bebas berharmoni. Psst, aku membuat kata yang sulit kudefinisikan sendiri. Sebuah musik yang berasal dari hati ! (menurut saya) karena itulah saya menyukai jazz, blues, folk song, terserah Anda (sayapun mengalami kebingungan dalam mengklasifikasikan musik saya) Saya pun juga tidak tahu mengapa, beberapa teman mengatakan ”sok high-class”, ”sok bule” ketika saya memberitahu bahwa musik favorit saya adalah jazz. Ya, memang jazz adalah musik rakyat Amerika, musik yang keluar dari jiwa budak-budak kulit hitam. Mungkin bisa dianalogikan sama dengan musik dangdut, sebagai musik rakyat Indonesia. Hehehe (pertanyaannya : mengapa saya belum bisa menyukai musik dangdut ? )
Kemudian bagaimana dengan Anda ? Jenis musik apa yang Anda sukai ?

The Serenity Prayer

God grant me the serenity to accept the things I can not change

Courage to change the things I can

And wisdom to know the difference

You Are My Everything

23.55 by deta 0 comments

Cruising when the sun goes down

Across the sea

Searching for something inside me

I will find all the lost pieces

Heart will feel

Deep and real

I was blind but now I see

Yeah…You’re The One

Yeah…You’re The One

Yeah… I Can’t live without you

Take me to your place

Where our hearts belong together

I will follow you

'Cause you’re the reason that I breathe

I’ll come running to you

Feel me with your love forever

Promise you one thing

I will never let you go

My everything….

My everything….

My everything….

My everything….

My everything…. BY GLENN FREDLY

You're my everything gembulku ......

Return Your Energy

Every minute you spend in planning saves 10 minutes in execution; this gives you a 1,000 percent return on energy!
Setiap menit yang Anda habiskan untuk perencanaan menghemat 10 menit dalam pelaksanaan; dan energi Anda kembali 1.000 persen.”

–Brian Tracy.

Masa lalu adalah masa yang bukan milik kita lagi. Masa sekarang adalah anugrah, maka manfaatkanlah sebaik mungkin. Sedangkan masa depan belum tentu milik kita dan penuh ketidakpastian. Itulah mengapa diperlukan perencanaan hidup agar kita mudah melakukan tindakan tertentu jika dibutuhkan.